Gen Z Benarkah Begitu?

Daftar Isi

Bonus Demografi:

Pada Kabinet Indonesia Maju setelah itu dilanjutkan dengan Kabinet Merah Putih, hal yang begitu Istimewa dan selalu menjadi “maskot” pada kedua pemerintahan tersebut yakni “Indonesia Emas 2045”. 

Dalam kondisi Indonesia saat ini tahun 2024 beberapa fakta yang tidak dapat menunjang pada “bonus demografi Indonesia” semakin nyata. Contonya angka pengangguran semakin tinggi, persentase hidup di bawah garis kemiskinan masih tinggi, kemampuan literasi dan numerasi peserta didik rendah, harga kebutuhan pokok semakin melonjak, penghasilan minimal dan pengeluaran maksimal, serta banyak fakta-fakta lain yang kontradiktif dengan capaian Indonesia Emas 2045.

Pengangguran

Fakta ini menyebutkan bahwa di Indonesia mayoritas menganggur, menganggur dalam sudut pandang ini adalah “status pekerjaan yang tidak jelas”. Kita dapat riset dari instansi Badan Statistik Nasional atau dari sumber lainnya bahwa angka pengangguran merajalela, bahkan banyak yang dipecat secara masal. Hal tersebut memberitahu kita bahwa untuk mendapat sebuah profesi dan penghasilan yang standar di Indonesia ini sangatlah sulit.

Sumber Daya Manusia

Harus kita akui bahwa SDM di Indonesia kalah jauh dengan negara tetangga contohnya Singapura. Bahkan rerata IQ kita hanya sampai pada angka 87. Hal ini menunjukkan betapa rendahnya pengetahuan apalagi untuk menyelesaikan suatu masalah dan memunculkan gagasan inovasi.

Masalah Vital

Beberapa masalah yang diuraikan secara sederhana di atas merupakan bagian kecil yang sudah umum terjadi. Baru-baru ini setelah perkembangan teknologi semakin pesat maka telah memunculkan masalah baru pada era yang disebut dengan “Gen Stroberi”.

Pada generasi ini tingkat kemalasan semakin tinggi, Tingkat kepatuhan pada orang tua dan guru semakin rendah, daya ingat merosot, ketajaman berpikir semakin rendah, acuh terhadap lingkungan semakin merajalela, humanisme semakin terkikis, dan anak muda semakin tidak produktif.

Posting Komentar