Naskah Film Pendek Komedi Horor 3 Orang

Daftar Isi

 

KEMPING

Naskah Film Pendek Komedi Horor untuk tiga orang

Hadi, Hendrik, dan Nurdiansyah sedang mendaki bukit atau gunung. Mereka terlihat kelelahan, berkeringat, dan terengah-engah. Wajah Hadi menunjukkan kekecewaan karena perjalanan terasa sangat jauh.

ADEGAN 1 — PERJALANAN MENDAKI GUNUNG
TokohDialog dan Keterangan
HadiDari kemarin juga gua males ikut kemping ke sini. Mana jauh lagi, dari tadi nggak nyampe-nyampe!
AksiHadi menggerutu sambil kelelahan.
NurdiansyahNgeluh aja lu, Had! Sekali-kali lu keringetan, itung-itung olahraga! Iya nggak, Drik?
HendrikGak ada kejantanannya sama sekali. Baru mendaki gini doang udah nyerah.
HadiDeh, kalian bisanya cuma nyalah-nyalahin gua aja. Gua lelah, tau!
NurdiansyahBener juga kata lu, Had. Perjalanan ini melelahkan. Lu sih, Drik, ngapain coba pilih lokasi yang kayak gini? Nguras tenaga nih! Gak seru amat pilihannya!
HendrikHeh, kadal! Ini lokasi hasil istikharah gua tadi malam. Pada manja amat lu pada. Ya sudah, istirahat dulu.
AksiHendrik duduk dan minum.
NurdiansyahIya, Had. Manja amat lu. Ini jalur menantang, cocok banget buat cowok-cowok gentleman kayak kita. Iya nggak, hah?
HadiGila lu! Istikharah apaan? Sok-sokan kayak anak saleh aja. Boro-boro salat istikharah, salat lima waktu aja lu langgar!
AksiHadi kesal, sedangkan Hendrik geleng-geleng kepala.
NurdiansyahJangan gitu, Had. Gak boleh bawa-bawa hal sensitif dong. Masalah salat biar menjadi urusan dia sama Tuhannya. Lagian lu, Drik, bohongnya kebangetan banget, pakai istikharah segala.
HendrikUdah-udah, nikmatin aja perjalanannya. Tidak semua orang bisa kayak kita, guys. Terbang bebas, tak ada yang menghalangi. Coba pikirin orang yang lagi kerja. Mereka boro-boro bisa kayak gini. Ketemu keluarga aja jarang.
HadiTerbang bebas apaan? Buktinya gua keringetan kayak gini. Kita jalan kaki udah tujuh jam, belum nyampe juga. Lu salah milih lokasi, Drik!
NurdiansyahLu ada benernya juga, Had. Dari tadi kita nggak nyampe-nyampe. Perasaan jalannya ini lagi, ini lagi deh. Jangan-jangan kita nyasar, Had! Ah, elu, Drik, nggak bener nih!

ADEGAN 2 — HENDRIK MEMBUKA PETA
Hendrik membuka peta, lalu mencoba menghitung jarak dan menentukan arah perjalanan.
TokohDialog dan Keterangan
HendrikTembak utara dan barat, kita posisi di sini. (Menggambar garis, kemudian membuat segitiga.) Enam kali empat sama dengan 24. 24 dibagi 2 sama dengan 12. 12 dibagi 60 sama dengan 0,2. Yap, dapat! Oke, guys, kita hanya perlu berjalan dua jam lagi untuk sampai ke tujuan.
AksiHendrik terlihat percaya diri dengan perhitungannya.
HadiAwas lu kalau nggak tepat. Gua nggak mau ikut-ikutan kayak gini lagi.
NurdiansyahYuk, berangkat!

ADEGAN 3 — SOSOK MISTERIUS DI SEMAK-SEMAK
Tiba-tiba seperti ada sesuatu yang melintas di depan mereka. Semak-semak bergoyang. Hanya Hadi yang melihatnya.
TokohDialog dan Keterangan
HadiAstaghfirullahalazim... Astaghfirullahalazim...
AksiHadi kaget dan ketakutan setengah mati.
HendrikKenapa lu, Had? Lu mau pingsan? Kehausan? Capek?
AksiHendrik terlihat khawatir.
NurdiansyahAaaah, paling penyakit maag lu kambuh, Drik!
HadiGoblok! Tadi gua lihat ada hantu lewat. Cepet banget larinya! Gua takut, Drik!
HendrikMana ada hantu siang bolong kayak gini, Had. Ah, elu ada-ada aja.
NurdiansyahBener kata si Hendrik, Had. Lu halusinasi akibat kecapekan. Tapi bisa aja, Drik, ada hantu. Namanya juga di hutan.
HadiYa Allah, kenapa hanya aku yang tadi lihat hantu? Lindungi hamba-Mu yang ca'em ini, ya Allah.
KeteranganHadi mengucapkan kalimat tersebut di dalam hati.
HendrikAyo berangkat! Lu posisinya di tengah, Had!

ADEGAN 4 — NURDIANSYAH KEBELET BAB
Baru beberapa menit berjalan, Nurdiansyah tiba-tiba merasa ingin buang air besar.
TokohDialog dan Keterangan
NurdiansyahTar-tar-tar! Aduuuuh, gua kebelet nih! Gua lupa ngantongin batu!
AksiNurdiansyah memegang perut sambil meringis.
HadiNgantongin batu buat apaan, Nur? Kayak mau bangun rumah aja lu!
NurdiansyahYa buat tolak bala kebelet, Had! Ah, katro lu, nggak tahu teknologi lama!
HendrikLu yang katro, Nur! Kepercayaan lama masih aja lu percaya. Udah, tahan aja dulu kebeletnya!
HadiOrang kebelet disuruh ditahan. Aneh lu, Drik!
NurdiansyahYa udah, nanti aja kalau ada sungai baru gua BAB.
HendrikNah, gitu doooong!
AksiMereka melanjutkan perjalanan.

ADEGAN 5 — SAMPAI DI LOKASI KEMPING
Akhirnya mereka sampai di lokasi perkemahan yang berada di pinggir sungai.
TokohDialog dan Keterangan
HendrikNah, di sini kita dirikan tendanya, guys!
HadiDua jam, dua jam apaan! Empat jam, Drik! Lu bohong aja!
AksiHadi rebahan di rumput karena kelelahan.
HendrikIya, sorry-sorry. Tadi agak meleset perhitungannya!
NurdiansyahMeleset apaan lu, Drik? Udah tahu salah ngitung. Pramukanya nggak lulus lu!
HendrikIya, sorry. Ya udah, kita langsung dirikan aja nih tenda. Udah sore nih!
NurdiansyahDirikan aja sama kalian, Drik, Had. Gua mau BAB dulu nih. Nggak tahan dari tadi dipending terus!
HadiUdaaaah, tahan aja lagi BAB-nya, Nur! Dirikan tenda dulu, napa!
HendrikIya, Nur. Pending aja dulu. Besok aja BAB-nya.
NurdiansyahGila lu! Gua BAB dulu!
AksiNurdiansyah pergi tergesa-gesa. Sambil berjalan, ia mengomel kepada sebuah pohon kecil.
NurdiansyahAnjrit, lu ngalangin gua aja! Gua boker dulu. Inget ya, urusan kita belum selesai!
AksiKaki Nurdiansyah tersangkut pohon kecil dan ia terjatuh.
Hadi & HendrikSyukurin lu! Hahaha!
AksiKeduanya tertawa melihat Nurdiansyah.
HadiLu aja, Drik, yang dirikan tendanya. Gua lelah!
HendrikAh, elu! Ya udahlah!
AksiHendrik mulai mendirikan tenda, tetapi pekerjaannya tidak kunjung selesai. Ia mengomel sendiri sambil berusaha memasang tenda.

ADEGAN 6 — ADA YANG MENGAWASI
Waktu terus berlalu. Tenda belum selesai didirikan dan Nurdiansyah belum juga kembali. Suasana semakin aneh, seolah-olah ada sesuatu yang mengawasi mereka dari balik semak-semak.
TokohDialog dan Keterangan
HadiSi Nur kok lama amat ya, Drik? Ke mana sih BAB-nya?
HendrikHeh, ganteng! Coba nih bantuin gua. Dari tadi lu santai aja kayak di panti jompo!
HadiYa elaaah, Drik! Kayak gitu doang lu nggak beres-beres. Katanya lu anak pramuka, masa dirikan tenda aja nggak becus? Pasti waktu latihan lu cuma tepuk pramuka doang, ya? Haha hihi!
AksiHadi meledek Hendrik yang masih kesulitan mendirikan tenda.
AksiTak lama kemudian, Nurdiansyah muncul dengan tergesa-gesa.
HendrikDari mana aja lu? Lama amat! Bukannya bantuin gua dirikan tenda!
NurdiansyahYa tadi gua abis beresin masalah dulu, Drik!
HadiMasalah apaan lu? Ada-ada aja!
HendrikGantian-gantian nih. Gua mau kencing dulu!
AksiHendrik pergi ke bawah pohon.
NurdiansyahEeeeeh, Drik! Lu jangan kencing sembarangan. Pamali, tau!
AksiHendrik tidak memedulikan peringatan Nurdiansyah.
HendrikPamali apaan? Masa kencing aja nggak boleh. Sekalian pamalinya gua kencingin!
KeteranganHendrik mengomel dalam hati.
HadiIya, Drik. Jangan sembarangan di hutan. Banyak hal aneh, tau. Waktu itu juga ada pendaki yang hilang.
NurdiansyahHilang ke mana, Had?
HadiYa mana gua tahu! Kalau tahu mah namanya bukan hilang, Nur. Oon amat sih lu!
NurdiansyahYa elaaah, anak siapa sih lu, Had? Emosi aja deh!
HadiGua mau nyari kayu bakar dulu buat api unggun!
AksiHendrik kembali ke tempat pendirian tenda.
HendrikMau ke mana lu, Had?
HadiMau ke pasar beli minuman!
HendrikBecanda aja lu, Had. Ya udah, hati-hati, Had. Perasaan gua nggak enak nih.

ADEGAN 7 — HADI MENCARI KAYU BAKAR
Hadi pergi mencari kayu bakar sambil bernyanyi riang seolah-olah sedang tampil di atas panggung.
TokohDialog dan Keterangan
HadiNaik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali. Kiri kanan kulihat saja, banyak pohon cemara. Kiri kanan kulihat saja, banyak pohon cemara.
AksiHadi bernyanyi dengan riang gembira.
NarasiTiba-tiba perasaan Hadi menjadi tidak enak. Ia merasa seperti sedang diperhatikan dari balik semak-semak. Semak-semak itu bergoyang dan Hadi mulai ketakutan.
HadiYa Allah, cobaan apalagi yang Kau berikan? Jika itu hantu, mohon lenyapkanlah, ya Allah. Tapi jika itu bidadari, maka dekatkanlah, ya Allah. Aamiin!
KeteranganHadi mengucapkannya dalam hati.

ADEGAN 8 — TERIAKAN DARI KEGELAPAN
Di lokasi perkemahan, Nurdiansyah mulai khawatir karena Hadi belum kembali. Hendrik pun merasakan suasana yang tidak beres.
TokohDialog dan Keterangan
NurdiansyahLama bener si Hadi. Jangan-jangan dia nyasar, Drik!
HendrikIya, gua juga khawatir, Nur. Tapi tunggu aja dulu. Barangkali dia bentar lagi ke sini.
AksiHendrik memegang pundaknya sendiri karena bulu kuduknya mulai berdiri.
NarasiTiba-tiba terdengar teriakan Hadi dari kejauhan, seolah-olah ia sedang ditarik oleh sesuatu yang menyeramkan.
HendrikNur! Nur! Si Hadi, Nur!
AksiHendrik kaget, khawatir, dan ketakutan.
NurdiansyahIya, Drik! Ayo kita cari!
AksiHendrik dan Nurdiansyah bergegas mencari Hadi sambil berteriak memanggil namanya.
NarasiSetelah mencari cukup lama, mereka menemukan Hadi tergeletak pingsan dengan posisi tengkurap. Ketika tubuh Hadi dibalikkan, wajahnya tampak menyeramkan karena riasan khusus. Hendrik dan Nurdiansyah terkejut lalu berlari kembali ke arah tenda.
NarasiNamun, saat tiba di lokasi perkemahan, mereka mendapati tenda yang tadi didirikan ternyata sudah hilang. Keduanya semakin ketakutan dan kebingungan.
HendrikLho, kok tendanya hilang, Nur?
NurdiansyahPingsan!!!!!!

Nah itulah Naskah Film Pendek Komedi Horor untuk tiga orang, ini bisa 10 menit kalau difilmkan.

Posting Komentar