Naskah Film Pendek Komedi Romantis untuk Tiga Aktor

Daftar Isi

TUKANG PARKIR GENIT

Naskah Film Pendek Komedi Romantis untuk Tiga Aktor

Sinopsis:
Alex dan Tia sedang menikmati liburan ke tempat wisata. Namun, perjalanan mereka berubah menjadi serangkaian kejadian kocak setelah bertemu tukang parkir yang rese dan genit. Mulai dari perdebatan soal tarif parkir hingga petualangan mencari toilet, tingkah si tukang parkir membuat liburan mereka semakin kacau dan penuh kejutan.
ADEGAN 1 — TIBA DI TEMPAT WISATA

Alex dan Tia tiba di tempat wisata menggunakan sepeda motor. Alex mengikuti arahan tukang parkir yang ternyata punya tingkah menyebalkan.

TokohDialogKeterangan
Al Terus, maju-maju, kiri dikit, eup, eup. Mengarahkan motor Alex. Alex turun dan membuka helm.
Al Parkir, parkir! Bang, bayar parkir dulu! Meminta uang parkir kepada Alex.
Alex (Bingung) Kok bayarnya sekarang? Kan biasanya di mana-mana juga bayar parkir tuh terakhir. Heran karena diminta membayar di awal.
Al Emangnya gua cowok apaan, dipake dulu baru bayar? Menjawab dengan nada menyindir.
Alex Iya, gua bayar, tapi nanti terakhir aja. Berusaha menjelaskan.
Al Gaya lu selangit, bayar parkir aja perhitungan. Ga malu lu sama pohon? Udah, sini bayar! Makin nyolot dan mendesak Alex.
Alex Wah, wah, jangan nyolot dong! Lu ga tau gua siapa? Mulai tersulut emosi.
Al Bodo amat! Emang gua peduli mau lu siapa? Yang penting lu bayar parkir. Bersikap cuek dan menantang.
Alex Bener-bener nih tukang parkir! Gua jitak juga lu lama-lama. Hampir terpancing untuk berkelahi.
ADEGAN 2 — TIA MELERAI PERDEBATAN

Tia turun dari motor dan menarik Alex yang hampir memukul tukang parkir. Ia mencoba memahami apa yang sedang terjadi.

TokohDialogKeterangan
Tia Eeeeeh, kenapa nih? Kok malah ribut? Menarik Alex agar menjauh.
Alex Tau nih tukang parkir! Masa iya bayar parkir duluan? Kan di mana-mana juga bayar parkir mah belakangan. Mengadu kepada Tia.
Tia Emang itu tukang parkir kok pake peci? Memperhatikan penampilan si tukang parkir.
Alex Iya nih, palsu kayaknya! Menyindir tukang parkir.
ADEGAN 3 — TUKANG PARKIR SALAH TINGKAH

Seketika tukang parkir tercengang melihat Tia. Ia mendadak melamun dan mulai membayangkan sesuatu dalam pikirannya.

TokohDialogKeterangan
Al (Dalam hati) Apakah ini jodohku yang tertunda? Melamun sambil menatap Tia.
Tia Bang, bang, kok malah bengong? Heran melihat tingkahnya.
Alex Woy, malah bengong! Tadi lu nyolot sama gua. Mengingatkan tukang parkir.
Al Intan, ya? Salah tingkah dan salah menyebut nama.
Alex Intan, Intan, Intan pala lu peang! SKSD lu! Kesal melihat tingkah si tukang parkir.
Tia Udah, sayang, jangan emosi gitu. Kenalin, Tia! Jadi berapa parkirnya, Bang? Menenangkan Alex dan bertanya tarif parkir.
Al Hehe, gratis buat kamu mah. Tapi buat dia bayar, sini goceng! Bersikap ramah kepada Tia, tetapi tetap menagih Alex.
Alex Huuu, dasar tukang parkir pilih kasih! Ya udah, nih. Membayar sambil menggerutu.
ADEGAN 4 — PERDEBATAN SOAL RESTU ORANG TUA

Setelah perdebatan parkir selesai, Alex dan Tia masuk ke tempat wisata untuk menikmati liburan. Di tengah perjalanan, mereka membicarakan hubungan yang belum mendapat restu orang tua.

TokohDialogKeterangan
Tia Sayang, ga enak juga ya hubungan kabur-kaburan kayak gini! Mengungkapkan kegelisahan.
Alex Orang tua kamu sih yang ga merestui kita! Emang aku kurang apa sih? Merasa hubungannya tidak dihargai.
Tia Kayaknya kurang sholeh deh. Coba kamu kayak tukang parkir tadi, pake peci, rapi, pasti orang tua aku setuju. Membandingkan Alex dengan tukang parkir.
Alex Standar kamu rendah banget sih? Masa aku harus sama kayak tukang parkir? Tidak terima dibandingkan.
Tia Jangan gitu, sayang. Dia tuh tukang parkir syariah. Kelihatan dari pakaiannya juga. Membela pendapatnya.
Alex Kok malah bahas tukang parkir sih? Kamu apa-apaan bandingin aku sama tukang parkir? Kita kan lagi bahas orang tua kamu! Semakin kesal karena pembicaraan melenceng.
Tia Udahlah, jangan terus-terusan membahas orang tuaku. Sekali-kali bahas orang tua kamu. Mengalihkan topik pembicaraan.
Alex Orang tuaku kan udah almarhum semua, apa yang harus dibahas? Menjawab dengan serius.
Tia Ya meskipun udah almarhum, siapa tau mereka ga setuju? Memberikan jawaban yang tidak terduga.
Alex Gimana coba mereka jawab setuju atau enggaknya? Bingung dengan perkataan Tia.
Tia Ya tanya dong sama kamu. Menjawab dengan polos.
Alex Tanya gimana, orang udah mati, kamu sakit ya? Tidak percaya dengan jawaban Tia.
Tia Iya, maaf. Mengakui kesalahannya.
Alex Kamu serius ga sih sama aku? Menatap Tia dan meminta kepastian.
ADEGAN 5 — TIA KEBELET KE TOILET

Tiba-tiba Tia ingin pergi ke toilet, tetapi mereka tidak tahu letak toilet di tempat wisata tersebut.

TokohDialogKeterangan
Tia Yang, aku kebelet nih! Mulai panik mencari toilet.
Alex Hah, kebelet? Aduh, gimana dong? Ikut panik memikirkan jalan keluar.
Alex Ya udah, aku nyari tukang parkir dulu ya! Bergegas mencari bantuan.
Tia Kok nyari tukang parkir? Emang tukang parkir bisa dikencingin? Salah paham dengan maksud Alex.
Alex Ngaco amat! Udah, tunggu dulu! Segera mencari tukang parkir.
ADEGAN 6 — MENCARI LOKASI TOILET

Alex bertemu dengan tukang parkir yang sedang melamun. Ia langsung bertanya mengenai lokasi toilet.

TokohDialogKeterangan
Alex Bang, bang, toilet di mana ya? Bertanya dengan terburu-buru.
Al Toilet ya? Kemarin mah ada di sini, tapi kayaknya udah pindah tuh! Menjawab sambil berpikir.
Alex Bang, serius dong! Cewek gua kebelet pipis! Meminta jawaban yang jelas.
Al Ah, yang bener? Ya udah, mana sini gua anter. Menawarkan diri untuk mengantar.
Alex Yang sini. Memanggil Tia agar ikut.
Al Udah, ayo ikut-ikutin aku! Mulai berjalan mencari toilet.
Alex Awas lu ya kalau macem-macem! Memperingatkan tukang parkir.
Al Tenang, aman. Berjalan di depan mereka.
ADEGAN 7 — TOILET YANG TAK KUNJUNG DITEMUKAN

Setelah berjalan sampai di ujung jalan, Tia kembali bertanya. Namun, lokasi toilet yang dijanjikan ternyata belum juga ditemukan.

TokohDialogKeterangan
Tia Bang, masih jauh enggak ya? Mulai tidak sabar.
Al Ini udah sampai, tapi kok ga ada ya toiletnya? Perasaan kemarin di sini? Kebingungan mencari lokasi.
Tia Aduuh, serius dong! Udah ga tahan nih! Meminta agar segera menemukan toilet.
Al Aduh, si eneng baru kenal udah ngajak serius! Membuat lelucon yang tidak tepat.
Tia Iiiih, apaan sih! Kesal mendengar perkataannya.
Al Naaah, itu dia! Menunjuk sebuah papan petunjuk.
Tia Kalau gitu bisa kencing di celana nih! Panik karena toilet belum terlihat.
Al Ya udah, kencing di situ aja, aku jagain kok! Menunjuk area semak-semak.
Tia Aduuuh, gimana dong? Ya udah deh! Terpaksa mencari tempat tersembunyi.
ADEGAN 8 — AKSI TUKANG PARKIR TERBONGKAR

Tia terpaksa mencari tempat tersembunyi di balik semak-semak. Sementara itu, Alex mulai curiga karena Tia tak kunjung kembali. Tingkah tukang parkir pun membuat Alex semakin waspada.

TokohDialogKeterangan
Alex Kok lama banget ya? Jangan-jangan ada yang ga beres nih? Mulai curiga dengan keadaan.
Al Waw, besar rezeki hari ini! Memperlihatkan ekspresi licik dan mencurigakan.
Alex Lagi ngapain tuh tukang parkir? Woy, woy, ngapain lu? Yang, yang, yang! Memergoki tukang parkir dan bergegas menghampiri.
Al Hadeeeh, baru juga gua start, musibah-musibah! Menepuk jidat karena aksinya ketahuan.

Isi Postingan
Dalam postingan ini, kamu dapat membaca naskah lengkap film pendek Tukang Parkir Genit yang disusun dalam tabel tiga kolom: tokoh, dialog, dan keterangan adegan. Format ini memudahkan pemain dan kreator video memahami alur cerita, mempelajari dialog, serta mempersiapkan proses pengambilan gambar.

  • Naskah ini cocok sebagai referensi untuk:
  • Pembuatan film pendek komedi sehari-hari.
  • Konten hiburan tentang pasangan dan pengalaman liburan.
  • Latihan dialog, ekspresi, dan improvisasi pemain.
  • Inspirasi cerita komedi untuk YouTube.
  • Referensi produksi video dengan karakter dan adegan yang mudah dipahami.

Catatan produksi:
Naskah ini dapat digunakan sebagai panduan film pendek komedi. Atur ekspresi, intonasi, gerakan kamera, dan jeda komedi sesuai kebutuhan. Untuk adegan di sekitar toilet, gunakan pengambilan gambar yang sopan dan tidak memperlihatkan bagian tubuh pribadi.

Posting Komentar