Naskah Film Pendek Komedi Romantis | Cinta Tidak Direstui

Daftar Isi

Naskah Film Pendek Komedi Romantis untuk 3 Orang dengan Dukun.

KAWWIN LARI

Di sebuah taman, Beni dan Mila sedang ribut memikirkan kisah cinta mereka yang tidak direstui oleh orang tua.

TABEL 1 – DAFTAR TOKOH
No. Nama Tokoh Karakter
1 Beni Seorang pemuda yang sedang memperjuangkan kisah cintanya.
2 Mila Kekasih Beni yang tidak direstui oleh orang tuanya.
3 Dukun Dukun sakti dengan tingkah laku yang aneh dan penuh misteri.
TABEL 2 – DIALOG DAN ADEGAN
ADEGAN 1 – DI SEBUAH TAMAN

Beni dan Mila sedang membicarakan hubungan cinta mereka yang tidak mendapatkan restu dari orang tua Mila.

Tokoh Dialog
BeniDisaat seperti ini, ingin rasanya aku pergi!
MilaKenapa kamu bicara seperti itu? Apakah kamu sudah tidak mencintaiku lagi?
BeniAku sangat mencintai kamu, Mil, tapi apalah daya orang tua kamu tidak merestui kita.
MilaIya aku tahu, tapi aku gak mau kita berpisah.
BeniLalu apa yang harus kita lakukan?
MilaKita kawin lari aja!
BeniHmm... (Diam dan bingung)
MilaKenapa kamu diam? Kamu gak mau?
BeniYaaa bukannya gitu, itu bukan solusi, Mil.
MilaEmang kamu punya ide yang lebih baik?
BeniGimana kalau kita kawin aja, jangan pakai lari.
MilaMaksud kamu?
BeniYaaa kita jangan kawin lari, aku hamilin kamu aja dulu. Gimana?
MilaGila kamu, apa-apaan kayak gitu.
BeniMmmm... Gimana kalau kita nyari orang pintar?
MilaMaksud kamu ke dukun?
BeniNah itu dia, barangkali bisa bantu masalah kita.
Mila(Mikir-mikir) Yaudah bolehlah!
BeniTapiiiii... (Bingung)
MilaTapi apa sih?
BeniAku, aku gak punya uang buat bayarnya.
MilaYaelah, emang berapa sih?
BeniYaaa mungkin 1,5 atau 2,5. Tergantung.
MilaTergantung apanya? (Nyengir heran)
BeniYaaa tergantung masalahnya, lebih berat lebih mahal.
MilaOoo gitu, yaudah berapa aja deh bakal aku bayar, tapi kalau duitnya kurang bisa diutang gak?
BeniEmang tukang kreditan, bisa diutang!
MilaPaling aku ada uangnya besok, aku mau bongkar celengan dulu.
BeniYaudah besok aja kita berangkat.
ADEGAN 2 – PERJALANAN MENUJU TEMPAT DUKUN

Keesokan harinya mereka berdua berangkat ke tempat dukun. Perjalanan mereka berat, harus melewati hutan untuk sampai ke tempat dukun tersebut.

Tokoh Dialog
MilaKita ini mau ke mana sih sayang, kok jalannya gini banget.
BeniKamu tahu kenapa berlian harganya mahal?
MilaKarena indah, kenapa nyambung ke situ?
BeniBukan, tapi karena berlian itu tersembunyi dan sulit didapatkan.
MilaYaaa tapi dukun kan bukan berlian, sayang.
BeniDia bersifat seperti berlian, sayang, sulit dijangkau.
MilaJiah bisa aja. Jangan-jangan kamu bawa aku ke sini mau macam-macam?
BeniMasa sama cewek sendiri harus macam-macam sih? (Pegang tangan)
MilaJangan macam-macam lho, Ben. Aku teriak nih.
BeniLagian kamu pakai baju seksi amat. Nanti dukunnya malah pengen lagi sama kamu.
MilaMasa segini seksi sih? Otaknya kamu aja yang ngeres.
BeniSerius lho sayang, kamu seksi banget. (Beni mendekat, lalu bersin) Hacccis!
MilaJorok banget sih kamu!
BeniKamu pengen yaaa? (Ketawa)
MilaIdiiih, ayo jalan lagi, kapan nyampainya coba.
BeniBentar lagi, sekitar 2 X 15 menitan lah. Ayo jalan lagi!
ADEGAN 3 – BERTEMU DUKUN SAKTI

Sesampainya di tempat tujuan, dukun itu terlihat sedang bersemedi. Secara teknis, dia sebenarnya sedang tertidur.

Tokoh Dialog
MilaHah ini dukunnya? (Berbisik)
BeniShhhhtttt kamu jangan sembarangan, ini tuh dukun tercanggih mode 4.0 sayang.
MilaMasa sih? Kok gini amat, kita pulang aja yuuuu.
BeniUdah, kamu percaya sama aku. Kabarnya selain bisa mode 4.0 dia juga bisa mode sanin sayang.
MilaUdah-udah jangan ngomong terus, ayo samperin.
BeniMbaaahh, Mbah Mbah!
KeteranganDukun cuek dan tidak merespons panggilan Beni.
MilaKok dia ga nyaut, Yang?
BeniTar dulu, sabar.
MilaCoba aku yang panggil, Mbah?
NarasiSeketika sang dukun merespons ketika Mila memanggil.
DukunHemmm...
BeniKok dia nyaut sama kamu, Mah, Yank?
MilaGak tahu, mungkin dia tahu mana gadis atau janda. (Sambil bercanda)
BeniMaksud kamu?
MilaUdah-udah jangan dibahas, becanda doang geh.
DukunHohohoho! (Tertawa) Muka-muka kurang kasih sayang rupanya!
BeniHah, maksud Mbah?
DukunDiam, saya sudah tahu maksud kedatangan kalian.
BeniTuh kan benar kata aku, Yang. Dia beneran sakti. (Berbisik)
MilaIya juga ya, Yang. Tapi dilihat-lihat kayak mukanya gak meyakinkan.
DukunHeh sembarangan! Jangan bisik-bisik, emang gua budek? (Marah)
BeniMaaf-maaf, Mbah. Kamu sih! (Ke Mila)
ADEGAN 4 – RITUAL DARI DUKUN

Singkat cerita, Beni mulai membeberkan permasalahan yang sedang dihadapinya kepada dukun sakti.

Tokoh Dialog
BeniJadi gini, Mbah... (Beni bercerita, video dipercepat saat editing)
DukunJadi begitu, Mbah.
Dukun(Dukun tertawa) Sini kamu!
BeniSa... sa... saya, Mbah?
DukunIya kamu, masa dia?
BeniJangan, Mbah, saya aja.
DukunMasukkan kepala kamu ke dalam air, saya akan bacakan mantra.
BeniTapi, Mbah?
DukunUdah nurut aja! (Tertawa)
MilaUdah ikutin aja, Yank. (Mulai cemas)
BeniI... iya, Mbah.
NarasiBeni pun menuruti syarat untuk mencelupkan kepalanya ke dalam air sebanyak tiga kali berulang-ulang.
DukunHmmmm berat ini. (Sambil memegang kepala Beni)
BeniApa yang berat, Mbah?
DukunKalian harus memenuhi beberapa syarat.
BeniHah, syarat apaan, Mbah?
DukunKemenyan, kunyit, jahe, gula merah, susu murni, dan ayam berwarna pink.
MilaKok kayak mau bikin bandrek, Yank.
BeniUdah diem dulu. Tapi Mbah, kagak ada ayam berwarna pink di manapun.
DukunTerserah saya dong, itu warna kesukaan saya. Kalau gak ada yaaa ganti aja hitam keputih-putihan.
MilaTuh kan, Yang. Dia tuh makin aneh aja kayak mau bikin ayam bakar.
BeniUdah tenang dulu sayang, biar aku yang ngobrol. Tapi Mbah, kok cuma saya yang dikasih mantra? Kenapa pacar saya kagak?
DukunNanti itu urusan saya sama dia di kamar.
BeniOh gitu ya... Kok di kamar?
Dukun(Tertawa) Cuma pria dewasa yang paham!
NarasiBeni dan Mila berpandangan heran.

Posting Komentar